|
APK SMP Wonosobo Terendah se Jateng |
|
WONOSOBO - Bupati Wonosobo Drs HA Kholiq Arif MSi mengaku prihatin terhadap pendidikan di daerahnya. Sampai dengan akhir tahun 2008, wajib belajar pendidikan dasar (Wajardikdas) sembilan tahun belum tuntas. Saat ini masih terdapat 9.260 warga buta aksara lanjutan yang harus dibina supaya tidak buta aksara lagi. Selain itu, ungkap Bupati dalam Rakor pejabat Pemkab, Selasa kemarin, angka partisipasi kasar (APK) maupun angka partisipasi murni (APM) pada anak usia 13-15 tahun masih rendah. Untuk APK SMP sekarang ini, hanya berkisar 87,18 persen atau menempati peringkat terendah se Jateng. Pada sektor pendidikan, masih banyak ruang kelas yang rusak. Tahun 2007, ruang kelas SD/MI yang rusak berat mencapai 1.112 ruang. Meski sudah ada BOS, sejumlah iuran masih membebani siswa. Sehubungan dengan itu, dia mentargetkan bahwa Wajardikdas sembilan tahun harus sudah bisa dituntaskan pada Agustus 2009. Pemkab juga berupaya penuntasan buta aksara lanjutan pasca deklarasi bisa dicapai dalam empat bulan ke depan. Untuk ruang kelas yang rusak diharapkan bisa dituntaskan melalui dana alokasi khusus (DAK). Penuntasan gedung dan ruang yang rusak membutuhkan anggaran sekitar Rp 30 miliar.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Atap Gedung SD 2 Trimulyo Memprihatinkan |
|
WONOSOBO - Bangunan gedung SD 2 Trimulyo Kecamatan Wadaslintang Wonosobo yang digunakan untuk pembelajaran siswa kelas I-IV, saat ini cukup memprihatinkan. Gedung yang dibangun tahun 1974 dan belum pernah direhab, kondisi kusen jendela-pintu sudah lapuk. Demikian halnya dengan atap sudah rusak. Kepala SD 2 Trimulyo, Sudjono HP didampingi sejumlah guru, ketika ditemui Suara Merdeka, Jumat kemarin, mengatakan bahwa bangunan yang rusak tersebut ditempati empat kelas dengan 99 siswa. Adapun 42 murid kelas V dan VI memakai gedung lain yang masih baru. Kerusakan gedung tua ini, lanjut Sudjono, sudah dilaporkan kepada instansi atau pihak terkait. Untuk itu, sudah dijanjikan untuk segera dibangun. Menurut dia, jika anggaran perbaikan pembangunan sudah cair, direncanakan bangunan tua dibongkar total. Gedung digeser dan dibangun menghadap ke jalan raya atau disambungkan dengan bangunan yang sudah ada. Sekarang ini, gedung yang rusak membelakangi jalan raya Wadaslintang-Kaliwiro. Keterangan lain menyebutkan, sekolah dengan 141 siswa itu memiliki tujuh guru PNS yang terdiri atas seorang kepala sekolah, empat guru kelas, dua guru agama dan olah raga. Selain itu juga empat guru wiyata bakti.
|
|
|
Anak di PAUD Orang Tua Lebih Tenang Berdagang |
|
".....Pelangi-pelangi, alangkah indahmu Merah kunng hijau, di langit yang biru PelukisMu agung, siapa gerangan? Pelangi-pelangi, ciptaan Tuhan!...."
LAGU pelangi itu terdengar nyaring dari lantai III pasar induk Wonosobo. Sejumlah bocah dengan pakaian aneka warna, berpenampilan lincah menyanyikan lagu tersebut, menandai peresmian lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) "Pelangiku", kemarin. Bocah-bocah itu pun tidak sekedar menyanyi, namun untuk menyemarakan "sekolah"nya yang baru, yang berlokasi di lantai teratas pasar terbesar di Kota Wonosobo, mereka juga menampilkan beberapa tarian. Diantaranya tari Pizza, Emblek dan tari "Tit-tit tuit". Tingkah polah anak pra sekolah tersebut mendapat sambutan hangat para orang tua maupun tamu undangan. PAUD "Pelangiku" diselenggarakan oleh Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Cipta Karya Mandiri pimpinan Syaekhu Rokhman SPD bekerja sama dengan Paguyuban Pedagang Pasar Induk Wonosobo (PPPIW). Peresmian dilakukan Wakil Bupati Drs H Muntohar MM.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
|
<< Awal < Sebelumnya 21 22 23 24 25 Berikutnya > Akhir >>
|
| Hasil 81 - 84 dari 98 |