Home
SMA 1 Mojotengah Gunduli SMK Pelita 5-1
Sample ImageWONOSOBO - Kesebelasan SMA 1 Mojotengah menang telak atas SMK Pelita 5-1 (2-0), pada kompetisi KMW Unnes Cup, di stadion Kalianget Wonosobo, Senin kemarin. Sedangkan SMK 2 Wonosobo menyingkirkan SMA Takhasus Kalibeber 2-1 (1-1).
Pesta gol SMA 1 Mojotengah dilakukan penyerang Nurkholis pada menit 13 dan 31; Adi Nugroho (20 dan 48) serta M Syarif menit 44. SMK Pelita memperkecil kekalahan melalui tembakan Fajar, menit ke 59.
Sejak babak pertama, tim SMA 1 Mojotengah terus mengurung pertahanan gawang yang dijaga M Rahman. Sampai dengan turun minum, Rahman terpaksa memungut dua kali si kulit bundar yang menjebol gawangnya. Babak kedua, kesebelasan SMA 1 Mojotengah memantapkan kemenangan dengan menambah tiga gol. Satu menit sebelum peluit panjang berbunyi, SMK Pelita memperkecil kekalahannya dengan membobol gawang Cahya A.
Sementara itu pertandingan antara SMK 2 melawan SMA Takhasus Kalibeber berjalan seru dan berimbang. Kedua tim saling serang. SMA Takhasus lebih dahulu menjebol gawang SMK 2 Wonosobo yang dijaga Iwan Sulistio, menit ke 20.
Tertinggal satu gol, anak-anak SMK 2 Wonosobo bangkit. Sehingga pada menit ke 27, SMK 2 bisa menyamakan kedudukan 1-1, melalui tendangan Hardianto. Memasuki babak kedua, permainan tetap imbang dan seru. Kemenangan SMK 2 diperoleh melalui tendangan penalti menit ke 44. M Rifai sebagai eksekutor mampu melaksanakan tugasnya dengan baik, sehingga kedudukan berubah 2-1.
Kompetisi sepakbola KMW Unnes Cup, diikuti 15 kesebelasan pelajar SMA/SMK/MA di Wonosobo. Pembukaan dilakukan Ketua bidang organisasi Pengcab PSSI Wonosobo Drs Gatot Hermawan.
Pertandingan sistem gugur dilaksanakan sampai dengan 28 Januari 2009, memperebutkan hadiah total Rp 2 juta. Melalui kompetisi itu juga dilakukan seleksi terhadap pemain pelajar usia 16-17 tahun yang dipersiapkan pada liga remaja 2009 mendatang.
 
Sekolah Lesehan di Rumah Penduduk
Active ImageWONOSOBO - Sebanyak 33 siswa kelas I (13 diantaranya murid titipan) MI Wonokromo Kecamatan Mojotengah Wonosobo, sejak akhir Oktober 2008, terpaksa mengikuti pembelajaran di rumah penduduk setempat. Mereka menempati ruang berukuran 4x5 meter, secara lesehan di lantai tanpa alas karpet.
kurang memadahi. Anak-anak duduk bersimpuh atau pun bersila di lantai dingin dengan kursi panjang sebagai meja. Karena kurang nyaman, acapkali posisi duduknya pun berganti-ganti. Terkadang "selonjor", bersila, bersimpuh dan lainnya.
Guru kelas I, Sumirah (34 tahun) menyebut, para siswa bersekolah di rumah penduduk karena ruang kelas yang lama sedang direhab. Selama menumpang di rumah penduduk, secara umum kesehatan anak didiknya tidak terganggu. Namun demikian, diakui ada juga siswa yang terkadang "kembung" karena lesehan di lantai.
Kepala MI Wonokromo, Yahya, yang ditemui usai rapat di cabang dinas Pendidikan Kecamatan Mojotengah, Selasa kemarin, mengatakan bahwa perbaikan gedung sekolah berlantai dua saat ini belum selesai.
Meski demikian, diperkirakan satu bulan mendatang, dua ruang kelas yang direhab, sudah bisa ditempati untuk aktifitas pembelajaran. Sehingga anak-anak tak perlu lagi menempati rumah penduduk.
Menurut Yahya, dana untuk merenovasi ruang kelas yang rusak berasal dari bantuan APBD Wonosobo tahun 2008 sebanyak Rp 105 juta. Anggaran tersebut direncanakan untuk memperbaiki tiga ruang kelas. Namun oleh komite sekolah yang melaksanakan pembangunan secara swakelola, dikembangkan menjadi ruang kelas. Masing-masing dua ruang kelas di lantai dasar dan dua ruang kelas di lantai atas.
Ibnu -guru kelas VI mengatakan, siswa MI Wonokromo saat ini mencapai 153 anak, terdiri atas 68 murid laki-laki dan 85 siswi. Mereka tersebar di kelas I sebanyak 33 siswa; kelas II (26); kelas III (25); kelas IV (28); kelas V (20) dan kelas VI 21 murid.
 
SMA/SMK/MA di Wonosobo Ditarget Lulus 99,9 persen
WONOSOBO - Bupati Wonosobo Drs HA Kholiq Arif MSi mentargetkan tingkat kelulusan siswa SMA/SMK/MA di daerahnya harus meningkat atau lebih tinggi dari sebelumnya. Untuk tahun 2008/2009, tingkat kelulusan SMA/SMK/MA ditarget bisa mencapai 99,98 persen. Adapun kelulusan siswa SMA/SMK/MA pada tahun 2007/2008 sebesar 93,84 persen.
Sambutan tertulis Bupati itu dibacakan Wakil Bupati Drs H Muntohar MM, ketika menjadi pembina upacara di SMK 2, Senin (5/1) lalu. Bersamaan dengan itu, secara serentak sejumlah pejabat Pemkab juga melakukan hal yang sama di beberapa sekolah. Hal itu dimaksudkan untuk memotivasi pihak sekolah maupun siswa, guna memajukan bidang pendidikan.
Kepada para siswa Bupati minta agar mereka semakin tekun, disiplin dan rajin belajar. Sehingga pada saatnya bisa lulus dengan memuaskan. Selain belajar mereka pun jangan lupa selalu berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Menyinggung tentang Pemilu legislatif 2009, bagi para siswa yang sudah memiliki hak pilih, agar menggunakan haknya sebaik-baiknya. Sedangkan kepada para guru PNS, diingatkan agar bisa menjaga netralitasnya. Mereka jangan ikut-ikutan terlibat dalam ranah politik.
Di SMA 1 Kertek, siswa yang datang paling awal, mendapat hadiah berupa pengganti uang saku dari guru BK. Pelajar yang beruntung adalah Rizki Hari Prakoso, kelas XII IPA 1. Dia tiba di sekolah pukul 06.30 WIB.
 
<< Awal < Sebelumnya 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Berikutnya > Akhir >>

Hasil 77 - 80 dari 98
Polling
Masih perlukah pelaksanaan Ujian NAsional untuk sekolah menengah?
 
Who's Online
Saat ini ada 1 tamu online
 
Template designed by  L38An0n