Home
40 Persen Siswa SMP Al Hayat Mondok
Active ImagePOLA pendidikan yang dikembangkan SMP Al Hayat Wonosobo, mengadopsi kurikulum umum dan pesantren. Dalam kaitan ini, sebanyak 40 persen siswanya mondok di pesantren Assalaf. Usai sekolah umum, sore hari mereka mengikuti kegiatan pengajian.
Meski banyak siswa mondok, sekolah swasta tersebut sama sekali tidak menarik sumbangan sepeser pun kepada muridnya. Untuk memperlancar biaya operasional, sepenuhnya bertumpu pada BOS. Bahkan bagi siswa dari keluarga kurang mampu, juga memperoleh bantuan.
"Meski gratis, pendidikan yang dilaksanakan di SMP Al Hayat tidak owolan. Kami tetap memperhatikan dan mengedepankan kualitas," tandas pengasuh pesantren, KH Abdul Mutolib (50 tahun), kemarin.
Sehubungan dengan itu, lanjut Abdul Mutolib, pihaknya tidak mau menerima santri yang enggan bersekolah. Semua santri di pesantrennya harus bersekolah. Selain dibekali keimanan dan ilmu pesantren, para santri pun memperoleh ilmu pengetahuan umum. Santri disiapkan menjadi anak yang utuh.
Selengkapnya...
 
Sekolah di Balai Desa Lengkong Garung
Active ImagePULUHAN remaja lulusan SD di Desa Lengkong Kecamatan Garung Wonosobo, kini tak lagi bingung untuk melanjutkan ke jenjang SMP atau yang sederajat. Hal itu menyusul dibukanya kelas jauh MTs Garung, di balai desa setempat, sejak tahun ajaran 2008/2009.
Dengan dibukanya sekolah gratis di balai desa, sebagian lulusan SD Lengkong bisa mengenyam pendidikan jenjang yang lebih tinggi. Sebelumnya, banyak lulusan SD setempat tidak melanjutkan sekolah. Mereka justru terjun di dunia kerja atau membantu orang tua di ladang.
Saat ini, tercatat sebanyak 62 remaja Desa Lengkong, bersekolah di MTs Garung kelas jauh. Mereka terdiri atas 26 siswa kelas VII dan 36 anak kelas VIII. Diprediksi pada tahun ajaran mendatang, yang melanjutkan ke kelas jauh semakin bertambah.
Rozak, warga Desa Lengkong yang berprofesi sebagai guru SD merasa prihatin. Lulusan SD yang melanjutkan ke jenjang SMP atau yang sederajat relatif sedikit. Hal itu, selain karena jarak ke SMP terdekat (SMP 1 Mojotengah maupun SMP 3 Wonosobo) sekitar lima Km, juga karena faktor ekonomi dan kesadaran yang rendah.
Pengelola kelas jauh MTs Garung, Nastohirin yang dihubungi Suara Merdeka, mengatakan bahwa untuk menarik minat anak melanjutkan sekolah, maka pihaknya membebaskan seluruh biaya sekolah. Bahkan terkadang pihaknya membantu siswa, berupa seragam sekolah maupun lainnya.
Untuk menjalankan aktifitas sekolah, pihaknya mengandalkan BOS maupun sumbangan insidentil dari desa setempat. Karena belum memiliki gedung, maka desa meminjamkan balai desa untuk kegiatan pembelajaran. Kini pihaknya sudah memiliki lahan seluas 2.000 meter persegi.
Disinggung tentang tenaga pengajar, Nastohirin menyebut bahwa sekolah kelas jauh tersebut dilayani oleh 10 orang guru. Diantara pengajar itu pun ada yang berstatus guru SD. Namun karena kepedulian yang tinggi, guru SD tersebut membantu mengajar di kelas jauh tersebut.
Kelas jauh MTs Garung di Desa Lengkong, menempati balai desa yang cukup jauh dari jalan besar. Berada di lereng pebukitan pada ketinggian 1.200 meter di atas permukaan air laut, sekitar satu km lebih dari jalan lingkar utara Wonosobo.(Sudarman)
 
Sosialisasi UN di SMA 1 Wonosobo
Active ImageWONOSOBO - Kepala SMA 1 Wonosobo Drs H Danang Kusumanto MSi mengatakan, pelaksanaan ujian nasional (UN) tahun ajaran 2009/2010, direncanakan diajukan. UN utama dilaksanakan pada minggu ke 3 Maret 2009. UN susulan minggu ke 4 Maret 2009. Sedangkan UN ulangan, minggu ke 2 Mei 2009.
Sosialisasi UN 2009 itu disampaikan H Danang, di depan ratusan orang tua siswa kelas XII SMA 1, kemarin. Forum pertemuan dihadiri pengurus komite sekolah RSBI tersebut.
Sehubungan dengan pelaksanaan UN, lanjut H Danang, pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah dan kegiatan. Diantaranya mulai sekarang, diberikan pelajaran tambahan, khususnya materi yang diujikan, pada sore hari sebanyak tiga hari/minggu.
Selain itu, dengan bekerja sama dengan sejumlah lembaga, siswa diuji melalui beberapa kali try out. Pembekalan mental spiritual pun tak diabaikan, agar mereka lebih siap menghadapi UN.
H Danang minta pada anak-anak untuk benar-benar siap menghadapi UN 2009. Diharapkan mereka bisa lulus pada UN utama. Sehingga tidak perlu mengulang pada UN ulangan. Untuk itu, para orang tua juga diminta selalu mensuport putra putrinya. Selama ini, lulusan SMA 1 Wonosobo yang melanjutkan ke perguruan tinggi negeri/swasta yang ternama mencapai 75 persen lebih.
Ketua komite sekolah, H Muhyidin menandaskan, jika persiapan dilakukan dengan baik dan sungguh-sungguh, maka tidak perlu anak-anak maupun orang tua takut menghadapi UN. Diharapkan para siswa bisa lulus dengan yang optimal.
Pada kesempatan itu, wali murid minta agar berbagai kegiatan ekstra kurikuler siswa di sore hari, khususnya yang tidak berkaitan langsung dengan mata pelajaran UN, supaya dikurangi. Hal itu agar tidak membebani siswa. Sehingga anak-anak pun bisa semakin fokus menghadapi UN mendatang.
 
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>

Hasil 25 - 28 dari 98
Polling
Masih perlukah pelaksanaan Ujian NAsional untuk sekolah menengah?
 
Who's Online
Saat ini ada 6 tamu online
 
Template designed by  L38An0n