Home
UN SMA/SMK/MA Diikuti 4.240 Siswa
WONOSOBO - Sebanyak 4.240 siswa SMA/SMK/MA negeri dan swasta di Wonosobo, mulai Senin (22/3) sampai Kamis (25/3) mengikuti ujian nasional (UN) utama tahun ajaran 2009/2010. Untuk SMA, UN diikuti 2.229 anak; SMK 1.580 pelajar dan MA 431 siswa.
Kepala Bidang SMA/SMK Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah raga Wonosobo, Drs H Margiono yang dihubungi Suara Merdeka, Minggu kemarin, mengatakan materi atau mata pelajaran yang diujikan bagi siswa SMK adalah Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan Teori kejuruan.
SMA jurusan IPS, mata pelajaran yang diujikan meliputi Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Ekonomi, Biografi dan Sosiologi. Adapun jurusan IPA, mencakup Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Kimia, Fisika dan Biologi.
Keterangan lain menyebutkan, UN susulan bagi siswa yang tidak mengikuti UN utama, diselenggarakan Senin (29/3) sampai Kamis (1/4). Adapun UN ulangan bagi siswa yang tidak lulus UN utama maupun UN susulan, diagendakan Mei 2010.
Sementara itu, tim pemantau independen yang melibatkan perguruan tinggi dan Dewan Pendidikan, hanya melakukan pemantauan di SMK. Mereka terdiri atas dosen dan anggota Dewan Pendidikan. Sedangkan untuk UN SMP/MTs, jumlah tim pemantau independen mencapai 140an orang. Meliputi dosen, anggota Dewan Pendidikan serta mahasiswa yang sudah memasuki semester VI.
 
RSBI Tidak Boleh Bertindak Eksklusif
Active ImageBupati Wonosobo Drs H Kholiq Arif MSi menandaskan, meski berpredikat sebagai rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI), tidak boleh bertindak secara eksklusif. RSBI SMA 1 masih menjadi bagian SMA di Wonosobo. Jangan terlena dengan predikat RSBI ataupun sekolah favorit. Namun tunjukan diri untuk menjadi yang terbaik.
Hal itu disampaikan Bupati ketika meresmikan launching program paket aplikasi sekolah (PAS) RSBI SMA 1 Wonosobo, Sabtu (27/2) lalu. PAS yang diluncurkan meliputi SMS gateway; learning management system dan fingerprint absent system.
Melalui program teknologi informasi dan komunikasi yang diluncurkan, orang tua siswa dan warga sekolah yang memanfaatkan SMS gateway dapat mengakses database sekolah. Menyangkut data guru, siswa, absensi, data akademik dan sebagainya.
Selengkapnya...
 
Tangis Iringi Doa Bersama Guru Wiyata
Active ImageBanyak perempuan yang berprofesi sebagai guru wiyata bakti, meneteskan air mata dan menangis sedih, ketika mengikuti doa bersama, di alun-alun Kota Wonosobo, Rabu kemarin. Doa dipandu KH Nurhidayatullah dan K Safaat, diikuti hampir 1.000 guru wiyata bakti TK, SD dan PTT di daerah pegunungan tersebut.
Meski duduk di rerumputan menjelang tengah hari yang panas, mereka betah dan tak beranjak dari tempatnya, sampai dengan usainya acara gelar doa bersama. Untuk mengantisipasi panas maupun hujan, sebagian menggunakan payung.
Doa bersama yang diselenggarakan forum guru wiyata bakti yang memperoleh insentif bukan dari APBN/APBD, dimaksudkan untuk memperjuangkan nasib dan kesejahteraan mereka.
Para guru wiyata berharap, PP 48/2005 yang saat ini sedang digodok atau direvisi, pada saatnya nanti juga mengakomodasi mereka. Mereka berkeinginan, kelak mereka bisa diangkat atau direkrut menjadi CPNS.
Ketua PGRI Wonosobo, Drs H Suharna yang ditemui Suara Merdeka, di sela-sela doa bersama, kemarin, mengatakan pihaknya telah mengusulkan kepada pemerintah agar nasib guru wiyata maupun PTT, bisa diselesaikan dan mendapat perhatian.
Untuk para guru tidak tetap (GTT), lanjut H Suharna, diusulkan bisa memdapat insentif setara dengan UMR. Sedangkan untuk TK, PGRI juga mengusulkan adanya dana operasional yang bisa meringankan beban penyelenggaraan di TK.
Ketua Dewan Pendidikan Wonosobo, H Slamet Raharjo Budi secara terpisah juga sepakat bila kesejahteraan para guru wiyata maupun PTT, insentifnya ditingkatkan.
"Syukur insentif tersebut bisa mendekati atau sama dengan UMR. Namun demikian, hal itu sangat tergantung pada kemampuan keuangan daerah maupun pemerintah. Sedangkan bagi mereka yang tidak mungkin terekrut menjadi CPNS, diusulkan supaya bisa menerima bantuan Askes, jaminan hari tua maupun insentif sesuai UMR," papar H Slamet.
Berkait dengan jumlah guru wiyata bakti maupun PTT, dia menyebut perlunya data based yang valid. Hal itu sangat dibutuhkan bagi pemerintah maupun penentu kebijakan.
Keterangan lain menyebutkan, para guru wiyata bakti maupun PTT di Wonosobo yang memperoleh insentif bukan dari pemerintah (APBN/APBD), jumlahnya mencapai ribuan. Guru wiyata bakti di TK yang sudah masuk data based 157 orang dan yang belum tercatat 329 guru. Guru wiyata SD yang tercatat data based 804 dan yang belum 476 orang. Adapun PTT sebanyak 112 dan 19 orang.
 
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>

Hasil 17 - 20 dari 98
Polling
Masih perlukah pelaksanaan Ujian NAsional untuk sekolah menengah?
 
Who's Online
Saat ini ada 5 tamu online
 
Template designed by  L38An0n