
Banyak perempuan yang berprofesi sebagai guru wiyata bakti, meneteskan air mata dan menangis sedih, ketika mengikuti doa bersama, di alun-alun Kota Wonosobo, Rabu kemarin. Doa dipandu KH Nurhidayatullah dan K Safaat, diikuti hampir 1.000 guru wiyata bakti TK, SD dan PTT di daerah pegunungan tersebut.
Meski duduk di rerumputan menjelang tengah hari yang panas, mereka betah dan tak beranjak dari tempatnya, sampai dengan usainya acara gelar doa bersama. Untuk mengantisipasi panas maupun hujan, sebagian menggunakan payung.
Doa bersama yang diselenggarakan forum guru wiyata bakti yang memperoleh insentif bukan dari APBN/APBD, dimaksudkan untuk memperjuangkan nasib dan kesejahteraan mereka.
Para guru wiyata berharap, PP 48/2005 yang saat ini sedang digodok atau direvisi, pada saatnya nanti juga mengakomodasi mereka. Mereka berkeinginan, kelak mereka bisa diangkat atau direkrut menjadi CPNS.
Ketua PGRI Wonosobo, Drs H Suharna yang ditemui Suara Merdeka, di sela-sela doa bersama, kemarin, mengatakan pihaknya telah mengusulkan kepada pemerintah agar nasib guru wiyata maupun PTT, bisa diselesaikan dan mendapat perhatian.
Untuk para guru tidak tetap (GTT), lanjut H Suharna, diusulkan bisa memdapat insentif setara dengan UMR. Sedangkan untuk TK, PGRI juga mengusulkan adanya dana operasional yang bisa meringankan beban penyelenggaraan di TK.
Ketua Dewan Pendidikan Wonosobo, H Slamet Raharjo Budi secara terpisah juga sepakat bila kesejahteraan para guru wiyata maupun PTT, insentifnya ditingkatkan.
"Syukur insentif tersebut bisa mendekati atau sama dengan UMR. Namun demikian, hal itu sangat tergantung pada kemampuan keuangan daerah maupun pemerintah. Sedangkan bagi mereka yang tidak mungkin terekrut menjadi CPNS, diusulkan supaya bisa menerima bantuan Askes, jaminan hari tua maupun insentif sesuai UMR," papar H Slamet.
Berkait dengan jumlah guru wiyata bakti maupun PTT, dia menyebut perlunya data based yang valid. Hal itu sangat dibutuhkan bagi pemerintah maupun penentu kebijakan.
Keterangan lain menyebutkan, para guru wiyata bakti maupun PTT di Wonosobo yang memperoleh insentif bukan dari pemerintah (APBN/APBD), jumlahnya mencapai ribuan. Guru wiyata bakti di TK yang sudah masuk data based 157 orang dan yang belum tercatat 329 guru. Guru wiyata SD yang tercatat data based 804 dan yang belum 476 orang. Adapun PTT sebanyak 112 dan 19 orang.