Home
Pendidikan di Wonosobo Terus Meningkat
WONOSOBO - Bupati Wonosobo Drs HA Kholiq Arif MSi mengatakan, dalam empat tahun terakhir sektor pendidikan di daerahnya, terus meningkat. Empat tahun silam, pendidikan di Wonosobo menempati peringkat 35 se Jateng. Tahun berikutnya bergeser menjadi peringkat 34. Tahun 2008 meningkat lagi menjadi 31. Tahun 2009, mengalami lonjakan dan menempati peringkat 19.
Ditemui Suara Merdeka, usai memotivasi pelajar kelas XII SMA, yang digelar oleh Tawon UI Student Waannabee 2010, di gedung Sasana Adipura Kencana, kemarin, Bupati menyebut, dengan kerja keras, para siswa dapat meraih kelulusan dengan baik.
Dia katakan, sukses dapat diraih melalui kerja keras dilandasi ilmu pengetahuan. Namun bila hanya menuruti kata hati dan berbuat seenaknya saja, maka hal itu relatif sulit mencapai keberuntungan.
H Kholiq Arif yang didampingi Kabid Pendidikan SMA/SMK Dinas Pendidikan, Pemuda dan olah raga, H Margiono menyatakan, pada ujian nasional (UN) tahun 2009, untuk SMA menempati posisi 12-14 se Jateng dan SMP pada peringkat 24.
Adapun SD/MI, paparnya, tercatat lima sekolah terdiri atas tiga SD dan dua MI daerah ini berhasil menerobos 10 besar se Jateng. SD di Wonosobo tersebut meliputi SD 2 Kalibeber Mojotengah, SD 1 Wonosobo dan SD Kalierang. Sedangkan untuk MI adalah MI Maarif Kalilembu Dieng Kejajar serta MI Muhammadiah Selomerto.
Menurut Margiono, hasil UN tahun 2009 di Wonosobo, siswa SMA yang lulus mencapai 98,92 persen. SMK yang lulus 98,52 persen dan pelajar MA yang lulus 94,71 persen. Sehingga angka kelulusan siswa SMA/SMK/MA di Wonosobo berkisar 98,32 persen.
Pada kesempatan itu Bupati juga melontarkan gagasan dan keinginan agar di daerahnya bsa segera terwujud pendidikan politeknik. Untuk merealisasikan hal itu, Pemkab Wonosobo bekerja sama dengan Universitas Negeri Jakarta telah melakukan penelitian dan pengkajian. Selan itu juga sudah membahasnya dengan Polines Semarang.
Melalui kerja sama tersebut, Pemkab memfasilitasi untuk kegiatan perkuliahan. Sedangkan program studi politek yang akan dibuka, disesuaikan dengan kondisi dan potensi daerah. Misalnya politek komputer, kehutanan, pertanian, perikanan yang dilengkapi pula laboratorium bahasa asing dan sebagainya.
"Keberadaan politek, tidak akan mematikan bagi perguruan tinggi yang sudah ada di Wonosobo. Justru perguruan tinggi tersebut bisa saling melakukan kerja sama di bidang-bidang tertentu. Keberadaan politek pun mampu meningkatkan perekonomian masyarakat," tandas Kholiq Arif.
Sementara itu, kegiatan Tawon UI Student Waannabee 2010 yang digelar mahasiswa UI asal Wonosobo, diikuti 550 siswa dari tujuh SMA di daerah tersebut. Kegiatan itu dimaksudkan sebagai panduan masuk ke UI.
 
Jalan Sehat TK Aisyiah Wonosobo
Active ImageWONOSOBO - Ribuan anak TK Aisyiah se Wonosobo didampingi orang tuanya, meramaikan kegiatan jalan sehat keliling Kota Wonosobo, Minggu kemarin. Jalan sehat memperingati tahun baru Hijriah 1431 serta seabad Muhammadiah, start di depan Kodim 0707 dan menyusuri Jalan Pemuda-Tirta Aji-Sindoro-Angkatan 45-Taman Plaza-Jalan A Yani dan finish di alun-alun.
Saat berlangsungnya jalan kaki, para orang tua pun turut mendampingi putra putrinya. Karena anak-anak, di sepanjang jalan mereka pun selalu bergurau dengan teman-temannya. Sesekali anak-anak itu minta minum pada orang tuanya. Meski demikian jalan sehat tersebut berlangsung lancar, tidak mengganggu arus lalu lintas kendaraan bermotor di jalur dalam kota.
Sesampai di alun-alun, disajikan hiburan musik dengan menampilkan penyanyi anak-anak TK Aisyiah. Ternyata sejumlah anak-anak tersebut mempunyai bakat dan potensi di bidang seni suara. Tak pelak, hiburan tersebut membuat mereka semakin gembira.
Ketua panitia jalan sehat, Siti Musarofah didampingi Baryatun, mengatakan bahwa kegiatan tersebut untuk menyambut tahun baru Hijriah 1431 sekaligus 100 tahun Muhammadiah, diikuti tujuh TK Aisyiah di Wonosobo. Untuk menyemarakan acara, usai jalan sehat ditampilkan hiburan dan undian doorprize bagi peserta.
 
Beasiswa Pelajar HAB Depag Wonosobo
Active ImageWONOSOBO - Sebanyak 142 pelajar berprestasi, terdiri atas 90 murid MI; 48 siswa MTs dan empat anak MA di Wonosobo, menerima bantuan beasiswa. Penyerahan dilakukan Wakil Bupati Drs H Muntohar MM, bersamaan upacara Hari Amal Bakti (HAB) Depag, Senin kemarin.
Bea siswa untuk siswa MI masing-masing sebesar Rp 60.000/anak; untuk siswa Mts Rp 75.000 dan pelajar MA Rp 100.000. Dalam rangka HAB ke 64 Depag, juga diserahkan bantuan kepada ratusan TPQ, madrasah diniyah, panti asuhan, guru wiyata, guru ngaji dan lainnya. Disamping itu, diselenggarakan kegiatan sosial berupa donor darah, jalan sehat, lomba olah raga dan sebagainya.
Pada kesempatan tersebut juga disampaikan penghargaan kepada para siswa berprestasi, khususnya pelajar MI yang berhasil meraih juara tingkat Jateng. Meliputi juara pidato bahasa Inggris; Bahasa Arab dan juara pidato Bahasa Jawa.
Menanggapi hal itu, Wakil Bupati H Muntohar menyampaikan kegembiraannya. Dia merasa bangga bahwa anak-anak pinggiran pun mampu berprestasi. Hal itu menunjukan adanya kemajuan bagi pendidikan di daerah pegunungan ini.
Mengenai pelayanan umum kepada masyarakat, dia minta agar segenap jajaran Depag mengedepankan pelayanan dengan berlandaskan pada agama dan akhlaq.
 
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>

Hasil 1 - 4 dari 77
Polling
Masih perlukah pelaksanaan Ujian NAsional untuk sekolah menengah?
 
Who's Online
 
Template designed by  L38An0n